Padi SRI Cianjur

30 07 2007

400 Ribu Hektar Padi SRI Mampu Penuhi Target 2 Juta Ton Beras

Kabupaten Cianjur :Hanya dengan 400 ribu hektar lahan padi SRI organik, maka target panen 2 juta ton beras tahun ini bisa dicapai. Hal ini disapaikan oleh Chief Director Medco Foundation, Arifin Panigoro, sebelum meresmikan panen raya padi SRI di desa Bobojong Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Padi SRI yang menggunakan minim air diperhitungkan menghemat cost produksi, mampu memberikan keuntungan kepada petani yang tidak memiliki kahan pertanian cukup luas. Menurut catatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), petani hanya memliki lahan kurang dari 0,2 hektar.
Read the rest of this entry »

Advertisements




Bantuan Usaha Kecil dan Menengah Dinilai Tak Jelas

24 07 2007

|Kabupaten Cianjur|Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Cianjur, TB. Mulyana Syahrudin mengatakan, masih terpuruknya Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disebabkan ketidakjelasan dana bantuan yang selama ini disalurkan pemerintah dan dan Badan Usaha Milik Daerah setempat. “Mereka hanya memberikan bantuan tanpa mempersiapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mendongkrak usaha UMKM di Cianjur,” kata Mulyana, Selasa (24/7).

“Bantuan itu menjadi statis dan hanya dimanfaatkan sebagai dana tahunan setiap penerima bantuan,” ia melanjutkan.
Read the rest of this entry »





Fotografi Kabupaten Cianjur

18 01 2007

peta_cianjur.gifLuas Wilayah
3.501,48 km²

Letak Geografis
106°25′ – 107°25′ Bujur Timur dan 6°21′ – 7°32′ Lintang Selatan

Batas Wilayah
Utara: Kabupaten Bogor dan Purwakarta
Selatan: Samudera Indonesia
Barat: Kabupaten Sukabumi
Timur: Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut

General Information
Wilayah Kabupaten Cianjur terbagi dengan ciri fotografi sebagian besar berupa daerah pegunungan, berbukit-bukit dan sebagian merupakan dataran rendah, dengan ketinggian 0 sampai dengan 2.962 meter diatas permukaan laut (Puncak Gunung Gede) dengan kemiringan antara 1% sampai dengan 40%, yaitu wilayah Cianjur Selatan antara 15%%o sampai 40% dan wilayah Cianjur Utara 1% sampai dengan 15%.

Jumlah Penduduk
1.946.405 orang, yang terdiri dari laki-laki sebesar 983.762 jiwa dan 962.643 jiwa perempuan. Tingkat kepadatan penduduk rata-rata penduduk 561 jiwa per km2. (Sensus Penduduk 2000)

Jumlah Kecamatan
26 kecamatan

Sarana Pendidikan
Jumlah Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 85 , 1.245 buah SD yang terdiri dari 1.233 SD Negeri dengan jumlah murid 239.825 murid dan 12 SD Swasta, SLTP sebanyak 87 buah dengan 37.862 siswa, SLTA sebanyak 41 buah dengan 19.911 siswa. Sedangkan MI sebanyak 229 buah dengan 24.927 siswa. MTs berjumlah 67 buah dengan 992 siswa, dan Aliyah 17 buah sekolah dengan 3.691 siswa.

Jumlah Luas dan Jumlah Peduduk

Kecamatan

Luas (Km²)

Jumlah Penduduk

Kepadatan

Agrabinta

284,77

66.883

235

Sidangbarang

167,95

45.828

273

Cidaun

279,44

56.376

202

Naringgul

243,77

41.381

170

Cibinong

243,53

53.674

220

Cikadu

172,89

31.229

181

Tanggeung

120,62

57.584

477

Kadupandak

147,76

76.247

516

Pagelaran

229,08

81.865

357

Sukanagara

164,84

43.47

264

Tokakak

135,56

47.285

349

Campaka

142,63

62.292

437

Campakamulya

59,95

22.161

370

Cibeber

130,90

106.234

812

Warungkondang

92,72

101.94

1.099

Cilaku

55,26

81.108

1.468

Sukaluyu

45,25

61.857

1.367

Bojongpicung

123,52

95.278

771

Ciranjang

37,52

78.526

2.093

Mande

73,33

58.929

804

Karangtengah

45,82

122.413

2.672

Cianjur

24,47

141.343

5.776

Cugenang

70,00

86.894

1.241

Pacet

92,82

171.817

1.851

Sukaresmi

116,38

71.012

610

Cikalongkulon

166,34

82.77

498

Total

3.467,12

1.946.405

561

Sumber: BPS 2002

Tag : Kabupaten cianjur, tentang cianjur, seputar cianjur, sejarah cianjur, topologi kabupaten cianjur, demografi kabupaten cianjur, iklim kabupaten cianjur





Profil Wakil Bupati Cianjur 2006 – 2011

12 11 2006

wakil-bupati-cianjur.jpgDrs. H. Dadang Sufianto, MM
Drs. H. Dadang Sufianto, MM, lahir di Lebakwangi Bandung tanggal 28 November 1954, terpilih sebagai wakil Bupati Cianjur dalam pilkada langsung Tahun 2006. Sampai saat ini dikaruniai tiga orang anak dari istrinya yang bernama Hj. Nella Nurdiana. Drs. H. Dadang Sufianto, MM yang beralamat di Jl. K.H. Asnawi No.79 Kel. Solokpandan Cianjur diangkat menjadi wakil bupati Cianjur untuk periode 2006-2011.

Dedikasinya yang cukup tinggi telah mengatarkan Drs. H. Dadang Sufianto, MM dalam menduduki jabatan dalam kepemerintahan sebagai:

1 Kasi Perusahaan Daerah pada Subdit Perekonomian Setwilda Kab. DT II Cianjur (belum ada eselonering) 1978-1980
2 Mantri Polisi Pamong Praja Kec. Cugenang Kab. DT II Cianjur (belum ada eselonering) 1980-1982
3 Kasi Pembinaan Umum dan Pembinaan Masyarakat pada Kantor Sospol Kab. DT II Cianjur (eselon IV b) 1984-1985
4 Camat Campaka Kab. DT II Cianjur (eselon IV a) 1986-1987
5 Camat Ciranjang Kab. DT II Cianjur (eselon IV a) 1987-1993
6 Pjs. Pembantu Bupati Wil. II Ciranjang Kab. DT II Cianjur 1992-1993
7 Kabag. Pemerintahan Umum setwilda Tk. II Cianjur (eselon IV a) 1994-1995
8 Pembantu Bupati Wil. III Pacet Kab. DT II Cianjur (eselon III a) 1995-1996
9 Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Kab. DT II Cianjur (eselon III a) 1996-1999
10 Pembantu Bupati Wil VI Sukajadi Kab. DT II Cianjur (eselon III a) 2000-2001
11 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. DT II Cianjur (eselon II b) 2001-2005
12 Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kab. Cianjur 2005-2005
13 Wakil Bupati Cianjur 2006-Skr

Sementara itu riwayat pendidikan baik formal dan nonformal yang telah ditempuhnya sebagai berikut:

A.Pendidikan Formal:

1. SD Negeri Lebakwangi Pameungpeuk Bandung 1966
2. SMP Negeri Banjaran Bandung 1969
3. SMA Negeri V (Paspal) Bandung 1972
4. APDN Bandung 1976
5. Institut Ilmu Pemerintahan Depdagri Jakarta 1984
6. Program MM STIE-IPWI Jakarta 1998
7. Program Doktor Ilmu Pemerintahan UNPAD-IIP 2001-skr

B.Diklat Struktural:

1. SUSPIMPEMDAGRI Ang. I Secapa AD Bandung 1989
2. SPADYA Diklat Propinsi Jawa Barat – Bandung 1994
3. SPAMEN LAN-RI Jakarta 2001

C. Diklat dan Kunjungan Luar Negeri::

  1. International Course “Training Management” di Belgia tahun 1995
  2. International Course “The Principle of Research in Local Government” di Amerika Serikat tahun 1996
  3. Tugas Belajar di Amerika Serikat
  4. Tugas Belajar di Belgia
  5. Lokakarya di India
  6. Aktivitas lain di Singapura, Malaysia, Thailand, Belanda, Jerman, Perancis, Luxemburg, Inggris, Saudi Arabia, dan Hongkong.

Berbekal pengetahuan yang dimilikinya, Drs. H. Dadang Sufianto, MM juga mengajar di:

1 ADUM, ADUMLA, SPADYA
2 Penataran-penataran Pegawai (Perencanaan, Pemerintahan, Politik, pertahanan sipil, dan sebagainya)
3 Dosen STKIP Siliwangi Bandung 2002-Sekarang
4 Dosen FKIP UNSUR 2001-Sekarang
5 Dosen STAI Siliwangi Bandung 2004-Sekarang
6 Pembantu Rektor III UNSUR 2001-2004

Berbagai aktifitasnya yang begitu padat menunjukkan kepiawaian beliau sehingga, tidak heran jika beliau meraih penghargaan dari gubernur Jawa Barat sebagai “Camat Teladan” pada tahun 1990 dan 1991, serta penghargaan sebagai “Kepala Dians Pendidikan dan Kebudayaan Berprestasi dalam Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah” tahun 2003.

Belum puas dengan membagi ilmu pengetahuan, disela-sela kesibukan mengajar beliau menuangkan pemikirannya dalam bentuk karya tulis yang cukup banyak seperti:

  1. Sistem Penilaian Prestasi Kepala Desa
  2. Sistem Administrasi Pemerintahan Kecamatan
  3. Dasar-dasar Kepemimpinan Kepala Desa
  4. Dasar-dasar Reformasi Pemerintahan RI
  5. Dasar-dasar Sistem Pemerintahan RI
  6. Dasar-dasar Perencanaan Pembangunan
  7. The Implementation of Reenforcement of Land Use Regulation in Pacet District West Java ”
  8. The Plan of Cianjur Selatan Development
  9. The Implementation of Cianjur Healthy City Program
  10. Nilai-nilai Dasar Sebagai Bagian Kompetensi Siswa
  11. Pengembangan Kultur Sekolah yang Dilandasi Nilai-nilai Ahlaqul Karimah
  12. Pengembangan Pendidikan Life Skill dalam Membangun Karakter Siswa.




Daerah jangan tilep anggaran kesehatan

12 04 2006

Manajemen

“Daerah jangan tilep anggaran kesehatan”. Menkes Siti Fadilah Supari menyatakan koordinasi antara Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan Propinsi, Kabupaten/kota, Direktur RSUD serta Unit Pelayanan Teknis di seluruh Indonesia perlu dijaga untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik dan pemanfaatan anggaran kesehatan yang maksimal. Ada tiga hal penting dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan. Pertama, pelaksanaan program Askeskin. Program ini harus diupayakan berjalan baik dan tidak bermasalah. Kedua, pendapatan RSUD diharapkan tidak lagi dijadikan sebagai pendapatan asli daerah. Ketiga, seluruh pekerja sektor kesehatan diharapkan bisa bekerjasama melaksanakan program-program yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. (Hr. Rakyat Merdeka 1/10/06)

“Depkes upayakan pemerataan dokter spesialis di daerah”. Keberadaan dokter spesialis di kabupaten-kabupaten masih sangat kurang bahkan masih banyak daerah yang belum memiliki dokter spesialis. Menurut Menkes Siti Fadilah Supari, untuk dapat menarik minat dokter-dokter spesialis dan agar mereka betah bekerja di Kabupaten/kota diperlukan insentif memadai. Depkes juga akan membantu dalam pemerataan ketersediaan dokter spesialis tersebut.Menkes juga mengatakan jika ada dokter spesialis yang bersedia bekerja di daerah terpencil, maka diprioritaskan untuk diangkat menjadi pegawai negeri. (Hr. Pelita 2/10/06)

Bawasda juga ‘sunat’ bantuan Puskesmas”. Dinas Kesehatan Kab Purwakarta diminta pegawai Puskesmas menjelaskan potongan pajak. Karena setiap bantuan yang disalurkan kepada UPTD Puskesmas dipotong 11,5 persen pajak, 10 persen kas Dinkes dan 3,5 persen Bawasda. Seorang petugas puskesmas mencontohkan ditempatnya bekerja memperoleh bantuan PSG Rp. 41 juta per triwulan. Namun dana tersebut tidak diterima semuanya karena dipotong untuk pajak, kas dinas dan jatah Bawasda. Demikian pula dengan Askeskin diajukan puskesmas kepada Dinkes. Namun pada kenyataannya dana tidak diterima sesuai pengajuan karena dipotong pajak, kas Dinkes dan jatah Bawasda. Potongan yang dilakukan Dinkes membuat setiap puskesmas kesulitan menjalankan program kegiatannya. (Hr. Terbit 29/9/06)
Read the rest of this entry »





Optimalkah Dekranasda Cianjur?

9 03 2006

deskranada-cianjur.jpg|Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Cianjur diresmikan|

“Produk kerajinan yang bernuansa seni budaya apabila dibuat secara apik dengan sentuhan desain yang menarik serta penggunaan teknologi tepat guna, sangat produktif untuk dipasarkan, karena selain memiliki keanekaragaman corak dan motif juga didukung kekayaan alam sebagai bahan baku dan sumber daya manusia yang memadai”.

Hal tersebut dikemukakan bupati Cianjur Ir.H.Wasidi Swastomo M.Si, ketika meresmikan penggunaan gedung Dekranasda kabupaten Cianjur, Selasa (7/2) di Palalangon Cugenang Cianjur.

kerajinan_cianjur.jpgMenurut Bupati, untuk lebih mengoptimalkan peran dan fungsi Dekranasda perlu dilakukan upaya nyata dari seluruh komponen pengurus dan anggota dalam kerangka terwujudnya industri kerajinan yang mampu mengangkat citra kabupaten Cianjur sebagai daerah perajin yang handal.
Read the rest of this entry »