Cemburu! Benarkah?

4 09 2007

cemburu.jpgBenarkah Cemburu Tanda Sayang?
Sifat cemburu ini adalah naluri manusia yang memang amat sulit untuk dibendung. Banyak Orang beranggapan bahawa Seorang wanita lebih besar mempunyai rasa cemburu. Sebanarnya tidak Cemburu bisa dirasakan oleh laki-laki maupun wanita, sifat cemburu ada pada diri manusia. Cemburu sih boleh asal jangan cemburu buta, dan tanpa alasan yang jelas.
Cemburu banyak macamnya, mungkin kita tidak menyadari bahwa kita sedang cemburu. Untuk itu lihat tanda-tanda berikut, apakah anda termasuk orang yang sedang cemburu..?

Read the rest of this entry »

Advertisements




Agustusan Jatuh Pada Tanggal Berapa?

15 08 2007

pulang-sekolah-agustusan.jpgHuh.. namanya juga anak. Ada-ada saja pertanyaan yang sering di lotarkan tanpa rasa bersalah ataupun rasa berdosa sedikitpun. Bahkan kadang-kadang kita sulit untuk menjawabnya. Anak Kami yang pertama baru duduk di kelas 2 (dua) SD Negeri inipun tidak jauh berbeda dengan kebanyakan anak seusianya. Rasa Keingintahuan tentang sebuah masalah sangatlah tinggi.

Biasanya menjelang Agustusan seperti ini ada kegiatan tambahan di sekolah yaitu dengan diadakan berbagai macam perlombaan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan republik indonesia tercita.

Sepulang sekolah dengan berlari kecil dan wajah berseri dia menceritakan tentang berbagai lomba yang akan di adakan nantinya. Dia berencana mengikuti lomba makan kerupuk – lari balon dan menendang bola… huh.. cewek kok nendang bola…!

Read the rest of this entry »





Perhatikanlah Anak-Anakmu

24 07 2007

keluarga.jpg“Jikalau Anda tidak mengatakan kebenaran tentang diri sendiri, Anda tidak dapat mengatakan kebenaran tentang orang lain” (Virgina Woolf). Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata, “Suatu hari aku sedang bersama anak-anak. Tiba-tiba muncul Rasulullah SAW dan berkata, ‘Assalamualaikum, hai anak-anak’.”

Sementara itu, pada suatu hari, seorang pegawai Umar bin Khatab ra menemui khalifah tersebut. Ia kaget mendapati sang khalifah sedang berbaring, sementara beberapa anak kecil sedang asik bermain-main di sekitarnya. Orang tadi memperlihatkan rasa keheranan melihat hal itu.

Read the rest of this entry »





Siaran TV Bahaya Bagi Anak-Anak

10 07 2007

Hampir semua rumah tangga menengah keatas di Indonesia dipastikan memiliki pesawat televisi.Barang yang satu ini sekarang sudah dikategorikan bukan barang mewah lagi. Apalagi sejak satu dekade ini berbagai saluran televisi tumbuh menawarkan berbagai acara ini mampu menghibur masyarakat walaupun tak semua program yang ditawarkan bersifat mendidik.

APA BAHAYA MENONTON TV BAGI ANAK-ANAK?

Tidak hanya di Indonesia. Di negara maju seperti Amerika Serikat, pengaruh negatif menonton televisi bagi anak-anak sudah dalam taraf yang meng- khawatirkan. Apalagi AS termasuk negara yang saluran TVnya termasuk banyak.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Annenberg Public Policy Center terhadap rumah tangga-rumah tangga di AS membuktikan bahwa rata-rata anak- anak di AS menghabiskan waktu mereka sebanyak 25 jam per minggu di depan layar gelas. Hal ini melampaui standart yang dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics(AAP) . Pada tahun 1990 AAP menganjurkan agar anak-anak tidak menonton televisi lebih dari 2 jam per hari dan acara yang ditonton haruslah yang berkualitas. Namun bulan lalu AAP mengeluarkan peraturan yang lebih ketat lagi, anak-anak dibawah usia 2 tahun sebaiknya tidak menonton TV sama sekali dan anak-anak diatas usia tersebut sebaiknya tidak mempunyai pesawat televisi sendiri di kamar mereka. Bisa dibayangka memang kalau mereka asyik dengan pesawat TV masing-masing. Tidak ada interaksi dengan orang lain dan tidak ada waktu untuk bermain-main- dimana bermain adalah moment yang harus dimiliki bagi anak-anak di usia pertumbuhan.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa televisi mempunyai pengaruh yang buruk terhadap perkembangan fisik dan mental anak. Bukan berarti semua acara televisi itu buruk. Acara-acara yang bersifat mendidik seperti Sesame Street atau Teletubbies dianjurkan untuk ditonton karena mempengaruhi anak secara positif. Karena bagaimanapun, menonton televisi terlalu banyak secara terus- menerus dan tidak memilah-milah acara yang baik, efeknya akan sangat buruk bagi perkembangan anak.

ADAKAH HUBUNGAN ANTARA MENONTON TV DENGAN PRESTASI SEKOLAH YANG BURUK?

Penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu mereka didepan layar TV memiliki prestasi yang buruk di sekolah. Korelasiini sangat masuk akal bilamana diingat bahwa anak yang menonton televisi terus menerus akan mempunyai waktu yang lebih sedikit untuk berinteraksi dengan orang lain (teman atau orang-tuanya sendiri) dan yang lebih penting, HABIS WAKTU MEREKA UNTUK MEMBIKIN PR ATAU TUGAS LAIN yang diberikan oleh sekolah. Anak-anak akan menjadi lebih pasif dan tidak memiliki perhatian yang penuh terhadap pelajaran di sekolah. Hasilnya, anak-anak memiliki kesulitan untuk berkonsentrasi dan tidak berusaha keras untuk memecahkan masalah. Hanya sedikit acara-acara televisi yang mengajarkan anak hal-hal penting seperti berhitung, membaca, ilmu pengetahuan atau pemecahan masalah. Hampir semua acara TV memperlihatkan adegan-adegan yang tidak mendidik, termasuk juga film-film kartun.

Dalam banyak hal, acara TV memperlihatkan perilaku/tindakan negatif. Contoh yang paling gampang adalah TV memperlihatkan adegan-adegan kekerasan. Walaupun didisain untuk anak-anak namun sering kali acara tersebut tak luput dari adegan kekerasan. Dalam survey di rumah tangga-rumah tangga di AS mem- buktikan bahwa acara anak-anak mengandung 3-4 adegan kekerasan per acara. Jumlah ini termasuk tinggi. Penelitian juga membuktikan bahwa anak-anak cende- rung untuk meniru-niru adegan kekerasan atau perilaku anti sosial dari acara yang mereka lihat.

HUBUNGAN ANTARA ANAK YANG KEGEMUKAN DENGAN MENONTON TELEVISI

Adakah hubungan antara anak yang kegemukan dengan menonton TV? Ada. Di Amerika Serikat dikenal dengan sindrom ‘Couch Potato’, yaitu makan makanan ‘junk food’ yang diiklankan di TV sambil terpaku di depan layar gelas berjam- jam sehingga anak tak sempat lagi untuk melakukan aktivitas lain seperti bermain. Anak tak sempat lagi untuk menggerakkan tubuhnya yang menyebabkan hanya sedikit kalori yang terbuang sehingga badan mereka menjadi gemuk. Tiga penelitian terbaru membuktikan bahwa anak-anak yang kegemukan langsung berkurang beratnya setelah mengurangi kebiasaan menonton TV.

Juga menonton acara TV malam hari membuat mereka mengantuk pada keesokan hari- nya. Jika sudah begitu anak tak sempat lagi untuk berkonsentrasi di sekolah. Hal ini membuat prestasi mereka menjadi jelek di sekolah. Selain itu dapat mempengaruhi pola tidur mereka. Stress emosional yang disebabkan acara televisi membuat anak sulit tidur dan sering mimpi buruk.

BAGAIMANA DENGAN DI INDONESIA?

Sama saja. Pengaruh televisi belakangan ini makin menguat seiring dengan semaraknya dunia pertelevisian kita dan bebasnya arus informasi dari manca negara.Pengaruh TV tak terhindarkan lagi.

Anak-anak yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia cenderung memiliki orang tua yang dua-duanya bekerja. Sering anak hanya tinggal seharian bersama pembantu atau pengasuh mereka.Pembantu atau pengasuh itu cenderung untuk me nonton acara TV yang mereka sukai seperti telenovela atau sinetron yang keba- nyakan menguras air mata dari pada mengesankan. Anak-anak yang tinggal bersama mereka itu tentu mau tak mau ikut menonton. Kalau tidakpun, anak-anak sekarang sudah lebih canggih. Mereka tahu bagaimana menyetel pesawat televisi dan memi- lih acara yang disukai.
Pengaruh adegan-adegan di telenovela dan sinetron yang tidak mendidik sering kali merasuk ke alam pikiran anak-anak yang masih putih bersih itu. Banyak keluarga.Org lihat anak-anak usia 4-5 tahun dengan fasihnya mengulang- ulang dialog di sinetron Indonesia -yang rata-rata dialog dalam sinetron itu bersifat dangkal dan cengeng. Atau menyanyikan soundtrack dari sinetron tersebut. Sepertinya terlihat lucu tetapi sesungguhnya menyedihkan. Mereka meniru-niru adegan yang seharusnya belum pantas buat mereka. Bahkan ada yang hafal nama-nama pemain sinetron, atau menceritakan gossip tentang seorang artis yang katanya baru putus pacar. Ketika ditanya darimana dia tahu, dia bilang lihat dari acara Check and Recheck! (acara gossip selebritis di RCTI). Ck…ck…ck…Satu lagi ada yang mengatakan ia ‘ngefans’berat dengan Dessy Ratnasari!! Anehnya ada orang tua yang ‘bangga’ melihat anaknya yang berumur Balita bertingkah ‘genit’ bak pemain sinetron Indonesia yang memainkan adegan yang tidak ‘real’buat kebanyakan masyarakat Indonesia.

Penyanyi-penyanyi cilik Indonesia pun dapat mempengaruhi perilaku anak. Tingkah polah penyanyi cilik seperti Maissy atau Joshua sering kali ditiru oleh ‘fans’mereka yang berusia cilik. Tak apa jika idola mereka bertingkah laku sesuai usia mereka seperti Joshua. Tetapi banyak juga penyanyi cilik kita yang berdandan, astaga, persis seperti tante-tante. Memakai stocking, make-up yang audzubillah tebalnya, baju renda-renda. Tetapi ketika menyanyi suara yang keluar masih cadel…! Kasihan.

Sumber : Aries Kelana (GATRA (Nomor 44/V, 18 September 1999)





Mendidik Anak dengan Perhatian

27 06 2007

anak sekolahSebagaimana kewajiban memberi makan, minum, dan pakaian kepada anaknya, setiap orang tua wajib memperhatikan dan menyuburkan hati mereka dengan ilmu dan iman serta memakaikan pakaian takwa pada ruhaninya.

“Hendaklah kalian mencegah mereka dari apa yang dilarang oleh Allah dan menyuruh mereka mengerjakan apa yang diperintahkan oleh-Nya. Hal itulah yang menjadi benteng antara mereka dengan api neraka”. Demikian Umar bin Khatab ra memberikan tafsiran pada Alquran surat At Tahrim: 6. Penafsiran ini sebagai bentuk perhatian yang harus diberikan setiap orang tua kepada anaknya.
Read the rest of this entry »





Mendidik Anak dengan Perhatian

22 05 2007

anak sekolahSebagaimana kewajiban memberi makan, minum, dan pakaian kepada anaknya, setiap orang tua wajib memperhatikan dan menyuburkan hati mereka dengan ilmu dan iman serta memakaikan pakaian takwa pada ruhaninya.

“Hendaklah kalian mencegah mereka dari apa yang dilarang oleh Allah dan menyuruh mereka mengerjakan apa yang diperintahkan oleh-Nya. Hal itulah yang menjadi benteng antara mereka dengan api neraka”. Demikian Umar bin Khatab ra memberikan tafsiran pada Alquran surat At Tahrim: 6. Penafsiran ini sebagai bentuk perhatian yang harus diberikan setiap orang tua kepada anaknya.
Read the rest of this entry »





Sosok Suami Teladan

22 04 2007

suamikuRasulullah adalah sosok suami teladan. Menginjak umur 25 tahun, Muhammad Rasulullah menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Sejak itu beliau mengarungi kehidupan rumah tangga yang penuh ketentraman. Rasulullah amat menghormati wanita, terlebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia, tidaklah orang yang menghinakannya kecuali orang yang hina”.

Menghormati istri adalah kewajiban suami. Alquran berkali-kali memerintahkan para suami agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Perbuatan baik ini tidak terbatas pada berlaku sopan terhadap istri saja, tapi mencakup bersikap sabar ketika menghadapi kemarahan istri sebagai rasa sayang atas kelemahannya.

Read the rest of this entry »