PT. ALam Lestari Abadi|Ingkar Janji

4 07 2007

|Kabupaten Cianjur| Ratusan warga dari dua kecamatan di Kabupaten Cianjur, Kecamatan Sindangbarang dan Cidaun, beramai-ramai menyandera sebuah Isuzu Panther milik PT Alam Lestari Abadi, perusahaan penambang pasir besi, di pantai Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mereka marah, meminta direksi perusahaan yang berkantor di Bogor tersebut melunasi piutang yang bernilai ratusan juta rupiah kepada warga, untuk pembayaran upah maupun harga material yang dipakai untuk pembangunan dermaga.

“Mereka mempekerjakan warga setempat, serta mengambili bahan-bahan material untuk membangun dermaga tanpa pernah membayar hingga sekarang,” ujar Deden Hidayat, seorang warga yang ikut menyandera mobil. “Kami minta segera dilunasi. Jika tidak, kendaraan itu akan kami bakar,” ia melanjutkan.

Namun belakangan, mobil yang disandera telah dibawa ke Polsek Sindangbarang.

Deden menyebutkan, PT Alam Lestari Abadi merupakan perusahaan yang mendapat ijin eksplorasi pasir besi di pantai selatan Kabupaten Cianjur, tepatnya di muara Sungai Ciujung yang merupakan perbatasan antara Kecamatan Sindangbarang dengan Cidaun. Rencananya, pasir besi tersebut akan diekspor ke Cina.

Kata Deden, pihak perusahaan saat ini sedang melakukan pembangunan dermaga untuk pendaratan tongkang serta penyudetan muara Sungai Ciujung. Untuk kebutuhan tenaga serta bahan-bahan material, pihak perusahaan mengambil dari warga setempat dengan sistem piutang. “Namun, mereka belum bayar sepeser pun. Malah, mereka memperkaya diri sendiri dengan membeli kendaraan operasional yang cukup mewah,” kata Deden.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cianjur, Iwab Setiawan, mengatakan, konflik yang terjadi antara warga dengan pihak perusahaan bukan masalah izin, tetapi masalah piutang.

Menurut Iwan, pihaknya sudah berusaha membantu
warga dengan melayangkan surat teguran sebanyak empat kali. Tetapi tidak ada tanggapan. “Kami akan memanggil pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah tersebut, kata Iwan.

Selain itu, sambung Iwan, pihaknya memerintahkan supaya kegiatan di lapangan untuk sementara dihentikan sebelum pihak perusahaan menyelesaikan kewajibannya.

Di pihak lain, Ketua Komisi Pemerintahan DPRD Kabupaten Cianjur, Iwan Permana, mengaku sudah mengetahui konflik yang terjadi antara warga dengan perusahaan penambangan pasir besi tersebut. Menurut Iwan, pihaknya sedang mengkaji ulang perizinan yang dimiliki perusahaan tersebut. “Jika tidak ada penyelesaian konflik tersebut, kami akan usulkan supaya pemerintah mencabut ijin eksplorasi perusahaan tersebut,” kata Iwan.

Pihak direksi serta manajemen PT Alam Lestari Abadi hingga saat ini tidak bisa dihubungi. Sementara nomor telepon kantor di Bogor sudah diblokir. |TEMPO|CIANJUR|


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: