Bupati Cianjur|Tjetjep Muchtar

3 03 2006

bupati_cianjur.jpgwakil_bupati_cianjur.jpgKabupaten Cianjur|Di bawah penjagaan keamanan yang sangat ketat, pasangan H. Tjetjep Muchtar Soleh dan H. Dadang Sufianto, secara resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, menjadi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur periode 2006-2011. Pelantikan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Jumat (17/3).

Pasangan Tjetjep-Dadang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur ke-35, setelah menang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kab. Cianjur, 30 Januari 2006.

Dalam acara yang dihadiri Kapolda Jabar Irjen Paiman, Ketua DPRD Jawa Barat H.A.M. Ruslan, Ketua DPD PDIP Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya, dan sejumlah tokoh lainnya, Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan memperoleh kepercayaan dari rakyat Cianjur dengan selisih angka yang sangat tipis harus bisa membuat bupati terpilih, membuktikan kelayakannya menjabat sebagai Bupati Cianjur 2006-2011.

Posisi seperti itu, kata Danny Setiawan, bila tidak disikapi secara arif oleh Bupati dan Wakil Bupati Cianjur yang baru, tidak mustahil akan menghambat kelancaran roda pemerintahan. Mereka bersama-sama jajaran pemerintah dan masyarakat setempat harus segera melakukan langkah rekonsiliasi dan konsolidasi untuk memantapkan kembali dukungan politik rakyat.

Gubernur menambahkan, saat ini indeks daya beli masyarakat Cianjur masih jauh di bawah kabupaten lain yang ada di Jawa Barat. Untuk mengatasinya, diperlukan perhatian dan konsep yang lebih konkret dari pemerintah daerah setempat.

“Dalam anggaran tahun 2006 ini, Pemprov Jabar memberikan bantuan kepada Cianjur untuk program indeks pemberdayaan masyarakat (IPM) sebesar Rp 20 Miliar. Dengan dana itu, saya harapkan IPM di Cianjur bisa lebih meningkat,” ujar Danny.

Di hadapan sekira 2.500 tamu undangan yang hadir di dalam dan luar gedung DPRD, gubernur juga menyinggung soal sikap Pemprov Jawa Barat yang menolak secara tegas konsep megapolitan yang di sodorkan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Dalam konsep pembangunan Jawa Barat, kata Danny, tidak dikenal konsep megapolitan yang melibatkan daerah di sekitar Jabodetabekjur.

Sementara itu, acara pelantikan mendapat penjagaan sangat ketat dari anggota Polres Cianjur. Selain mengerahkan sekira 1.350 personel keamanan, polres juga melakukan penutupan tiga jalur jalan di sekitar kompleks Pemda Kabupaten Cianjur yaitu, Jalan Siti Jenab, Ir. H. Juanda, dan Jalan Siliwangi.

Sementara itu, usai dilantik, Bupati Cianjur Tjetjep Mochtar menyempatkan diri menjadi imam dan khatib salat Jumat di Masjid Agung Cianjur. Tjetjep selama ini dikenal sebagai pejabat Cianjur yang sering dipercaya untuk menjadi imam dan khatib oleh warga masyarakat dan alim ulama.

“Menjadi imam dan khotib adalah amanah dan alhamdulillah masyarakat termasuk para alim ulama memberi kepercayaan kepada saya untuk menjadi khatib dan imam, padahal pengetahuan serta pemahaman saya tentang agama Islam masih rendah jika dibandingkan dengan mereka,” ujar Tjetjep. (A-104)***


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: