Kawin Kontrak|Bisnis Prostitusi Terselubung

19 05 2007

Perkawinan pada dasarnya merupakan bentuk ikatan sakral sepasang umat manusia. Namun keabsahan perkawinan juga kerap diselewengkan oleh sebagian orang yang hanya ingin memuaskan kebutuhan biologis belaka.

Misalnya dengan adanya fenomena kawin kontrak yang mengemuka sebagai bentuk penyimpangan lembaga perkawinan. Tidak seperti pada pernikahan umumnya, para pelaku kawin kontrak sepakat untuk berpisah di waktu tertentu.

Dikawasan Puncak dan Cianjur, Jawa Barat, kawin kontrak bukanlah sesuatu yang baru. Banyaknya wisatawan baik asing terutama dari Timur Tengah yang bermukim cukup lama dikawasan ini membuka peluang kawin kontrak. Perpisahan akan terjadi bila mereka kembali ke negara masing-masing.

Sekilas kawin kontrak layaknya nikah sesungguhnya. Ada penghulu, saksi dan wali bagi pengantin wanita sekaligus mas kawin atau mahar.

Namun kawin kontrak tak lepas dari bisnis prostitusi terselubung belaka. Uang sebagai mas kawin atau mahar kepada pengantin wanita yang jumlahnya bervareasi antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah, malah jadi imbalan selama hidup bersama. Tak beda jauh dari praktek prostitusi.

Mengingat kawin kontrak bisa berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat, petugas Kepolisian Bogor, Jawa Barat bersama aparat pemerintah daerah setempat melakukan penertiban dengan memeriksa tempat-tempat hunian para wisatawan asing yang diduga menjadi ajang kawin kontrak. Praktek kawin kontrak jelas-jelas menyalahi aturan yang telah digariskan oleh agama.
Read the rest of this entry »





Mobil Berisi Satu Keluarga Jatuh Ke Jurang

7 05 2007

Kabupaten Cianjur|Mobil yang berisi satu keluarga jatuh kedalam jurang sedalam 15 meter di ruas jalan Kecamatan Sukanegara, Cianjur. Senin (07/05) sore, sekitar pukul 17.00 WIB mobil keluarga staff sekertariat DPRD Kabupaten Cianjur itu tergelincir ke jurang setelah berpapasan dengan bus diruas jalan yang sempit.

Mereka baru saja dalam perjalanan pulang setelah melayat saudaranya di Kecamatan Kadupandak, Cianjur. Namun, di kilometer 50 jalan Kecamatan Sukanegara mobil mistubisi L 300 dengan nomor polisi F 7006 W yang merupakan mobil dinas sekertariat DPRD Cianjur tergelincir ke jurang.
Read the rest of this entry »





Bupati Cianjur Membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan

29 03 2007

Arah kebijakan pembangunan kita harus tetap fleksible dan dapat meningkatkan hubungan kerjasama pembangunan dengan pemerintah pusat, propinsi serta kerjasama antar daerah dengan kabupaten yang berbatasan dalam rangka sinergi kebijakan dan keserasian program.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Cianjur Drs.H.Tjetjep Muchtar Soleh,MM ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kabupaten Cianjur, senin (26/3) di hotel Cianjur, dihadiri kepala Badan Koordinasi Wilayah Bogor,Kepala Bappeda Propinsi Jawa Barat, unsur Muspida, para pejabat sipil,TNI dan Polri serta sejumlah undangan lainnya.
Read the rest of this entry »





Fotografi Kabupaten Cianjur

18 01 2007

peta_cianjur.gifLuas Wilayah
3.501,48 km²

Letak Geografis
106°25′ – 107°25′ Bujur Timur dan 6°21′ – 7°32′ Lintang Selatan

Batas Wilayah
Utara: Kabupaten Bogor dan Purwakarta
Selatan: Samudera Indonesia
Barat: Kabupaten Sukabumi
Timur: Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut

General Information
Wilayah Kabupaten Cianjur terbagi dengan ciri fotografi sebagian besar berupa daerah pegunungan, berbukit-bukit dan sebagian merupakan dataran rendah, dengan ketinggian 0 sampai dengan 2.962 meter diatas permukaan laut (Puncak Gunung Gede) dengan kemiringan antara 1% sampai dengan 40%, yaitu wilayah Cianjur Selatan antara 15%%o sampai 40% dan wilayah Cianjur Utara 1% sampai dengan 15%.

Jumlah Penduduk
1.946.405 orang, yang terdiri dari laki-laki sebesar 983.762 jiwa dan 962.643 jiwa perempuan. Tingkat kepadatan penduduk rata-rata penduduk 561 jiwa per km2. (Sensus Penduduk 2000)

Jumlah Kecamatan
26 kecamatan

Sarana Pendidikan
Jumlah Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 85 , 1.245 buah SD yang terdiri dari 1.233 SD Negeri dengan jumlah murid 239.825 murid dan 12 SD Swasta, SLTP sebanyak 87 buah dengan 37.862 siswa, SLTA sebanyak 41 buah dengan 19.911 siswa. Sedangkan MI sebanyak 229 buah dengan 24.927 siswa. MTs berjumlah 67 buah dengan 992 siswa, dan Aliyah 17 buah sekolah dengan 3.691 siswa.

Jumlah Luas dan Jumlah Peduduk

Kecamatan

Luas (Km²)

Jumlah Penduduk

Kepadatan

Agrabinta

284,77

66.883

235

Sidangbarang

167,95

45.828

273

Cidaun

279,44

56.376

202

Naringgul

243,77

41.381

170

Cibinong

243,53

53.674

220

Cikadu

172,89

31.229

181

Tanggeung

120,62

57.584

477

Kadupandak

147,76

76.247

516

Pagelaran

229,08

81.865

357

Sukanagara

164,84

43.47

264

Tokakak

135,56

47.285

349

Campaka

142,63

62.292

437

Campakamulya

59,95

22.161

370

Cibeber

130,90

106.234

812

Warungkondang

92,72

101.94

1.099

Cilaku

55,26

81.108

1.468

Sukaluyu

45,25

61.857

1.367

Bojongpicung

123,52

95.278

771

Ciranjang

37,52

78.526

2.093

Mande

73,33

58.929

804

Karangtengah

45,82

122.413

2.672

Cianjur

24,47

141.343

5.776

Cugenang

70,00

86.894

1.241

Pacet

92,82

171.817

1.851

Sukaresmi

116,38

71.012

610

Cikalongkulon

166,34

82.77

498

Total

3.467,12

1.946.405

561

Sumber: BPS 2002

Tag : Kabupaten cianjur, tentang cianjur, seputar cianjur, sejarah cianjur, topologi kabupaten cianjur, demografi kabupaten cianjur, iklim kabupaten cianjur





Hutan Cianjur|Hijaukan?

9 01 2007

PEMPROV Jabar menjadi juara pertama pelaksanaan GNRHL dan Gerakan Hutan Nasional (Gerhan) tingkat nasional. Sementara Kab. Garut, Kab. Bogor, dan Kab. Bandung meraih penghargaan serupa di tingkat provinsi. Untuk mengetahui lebih jauh, ”PR” mengupasnya pada halaman 25 dan 26.

GERAKAN Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) dan Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) pada dasarnya adalah gerakan penghijauan lahan kritis yang seharusnya berupa hutan. Hutan adalah infrastruktur alam yang sangat menentukan keberlangsungan kesejahteraan rakyat, khususnya di Tatar Sunda, yang sering diungkapkan dalam rumus keterkaitan ekosistemnya leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak atau no forest, no water, no future.

Dengan luas total wilayah Provinsi Jawa Barat 3.720.772 hektare, maka luas kawasan lindung 45% adalah sekitar 1.674.347 hektare, dibulatkan menjadi sekitar 1.700.000 hektare. Terdiri hutan negara seluas kurang lebih 800.000 hektare, perkebunan besar milik negara dan perkebunan besar milik swasta seluas kurang lebih 500.000 hektare, dan lahan milik masyarakat seluas kurang lebih 400.000 hektare.
Read the rest of this entry »





Lelang di Dinkes Cianjur diselidiki

3 10 2006

“Lelang di Dinkes Cianjur diselidiki”. Proses lelang pengadaan barang dan jasa di Dinkes Kab. Cianjur, Jabar senilai Rp. 14 miliar diselidiki Kejaksaan Negeri setempat hari ini (2/10), karena diduga ada penyimpangan. Proses lelang di Dinkes Cianjur tersebut meliputi 5 proyek APBN senilai Rp. 14 miliar, yakni pengadaan obat, alat kesehatan, puskesmas keliling, serta sarana lift untuk RS Cimacan. Sementara Wakil Kepala Dinkes Cianjur Dedih Rudiana mengatakan proses lelang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Adanya keterlibatan anggota DPR hanya rumor. (Hr. Media Indonesia 2/10/06)





Radio Rama Cianjur

6 09 2006

radio-rama-cianjur.jpg|RADIO RAMA CIANJUR| ……..satu-satunya Radio FM di kota Cianjur yang akan menjadi bagian hidup kamu………….. Penyiar-penyiarnya yang ramah-ramah…akan selalu ‘menyenggol’ dan memutarkan lagu-lagu kesayangan kamu…….yang dapat menemani Sobat Rama dalam segala kegiatan…… dengarkanlah selalu……………92.15 FM Radio Rama Swara Niaga……..dengan lagu-lagu dangdut, tembang parahyangan, pop Indonesia, pop barat dan tidak ketinggalan lagu anak- anak…….serta dengan target pendengar di semua golongan usia dan status ekonomi sosial……… kami akan selalu mengikuti segala keinginan para pendengar, Sobat-sobat Rama…..

Read the rest of this entry »





PENGEMBANGAN AGROPOLITAN SEBAGA1 STRATEGI PEMBANGUNAN

12 07 2006

PENGEMBANGAN AGROPOLITAN SEBAGA1 STRATEGI PEMBANGUNAN PERDESAAN DAN PEMBANGUNAN BERIMBANG

Oleh : Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr  dan Dr. Ir. Setia Hadi, MS

I. Pendahuluan

I.1. Latar Belakang, Munculnya Strategi Pengembangan Kawasan Agropolitan

Konsep pengembangan agropolitan muncul dari permasalahan adanya ketimpangan pembangunan wilayah antara kota sebagal pusat kegiatan dan pertumbuhan ekonomi dengan wilayah perdesaan sebagai pusat kegiatan pertanian yang tertinggal. Proses interaksi ke dua wilayah selama ini secara fungsional ada dalam posisi saling memperlemah. Wilayah perdesaan dengan kegiatan utama sektor primer, khususnya pertanian, mengalarni produktivitas yang selalu menurun akibat beberapa permasalahan, di sisi lain wilayah perkotaan sebagai tujuan pasar dan pusat pertumbuhan menerima beban berlebih sehingga memunculkan ketidaknyamanan akibat permasalahan permasalahan sosial (konflik, kriminal, dan penyakit) dan lingkungan (pencernaran dan buruknya sanitasi lingkungan permukiman). Hubungan yang saling memperlemah ini secara agregat wilayah keseluruhan akan berdampak pada penurunan produktivitas wilayah.
Read the rest of this entry »





Daerah jangan tilep anggaran kesehatan

12 04 2006

Manajemen

“Daerah jangan tilep anggaran kesehatan”. Menkes Siti Fadilah Supari menyatakan koordinasi antara Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan Propinsi, Kabupaten/kota, Direktur RSUD serta Unit Pelayanan Teknis di seluruh Indonesia perlu dijaga untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik dan pemanfaatan anggaran kesehatan yang maksimal. Ada tiga hal penting dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan. Pertama, pelaksanaan program Askeskin. Program ini harus diupayakan berjalan baik dan tidak bermasalah. Kedua, pendapatan RSUD diharapkan tidak lagi dijadikan sebagai pendapatan asli daerah. Ketiga, seluruh pekerja sektor kesehatan diharapkan bisa bekerjasama melaksanakan program-program yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. (Hr. Rakyat Merdeka 1/10/06)

“Depkes upayakan pemerataan dokter spesialis di daerah”. Keberadaan dokter spesialis di kabupaten-kabupaten masih sangat kurang bahkan masih banyak daerah yang belum memiliki dokter spesialis. Menurut Menkes Siti Fadilah Supari, untuk dapat menarik minat dokter-dokter spesialis dan agar mereka betah bekerja di Kabupaten/kota diperlukan insentif memadai. Depkes juga akan membantu dalam pemerataan ketersediaan dokter spesialis tersebut.Menkes juga mengatakan jika ada dokter spesialis yang bersedia bekerja di daerah terpencil, maka diprioritaskan untuk diangkat menjadi pegawai negeri. (Hr. Pelita 2/10/06)

Bawasda juga ‘sunat’ bantuan Puskesmas”. Dinas Kesehatan Kab Purwakarta diminta pegawai Puskesmas menjelaskan potongan pajak. Karena setiap bantuan yang disalurkan kepada UPTD Puskesmas dipotong 11,5 persen pajak, 10 persen kas Dinkes dan 3,5 persen Bawasda. Seorang petugas puskesmas mencontohkan ditempatnya bekerja memperoleh bantuan PSG Rp. 41 juta per triwulan. Namun dana tersebut tidak diterima semuanya karena dipotong untuk pajak, kas dinas dan jatah Bawasda. Demikian pula dengan Askeskin diajukan puskesmas kepada Dinkes. Namun pada kenyataannya dana tidak diterima sesuai pengajuan karena dipotong pajak, kas Dinkes dan jatah Bawasda. Potongan yang dilakukan Dinkes membuat setiap puskesmas kesulitan menjalankan program kegiatannya. (Hr. Terbit 29/9/06)
Read the rest of this entry »





Sekilas Deskranada

7 04 2006

Latar Belakang

Penduduk Indonesia yang sebagian besar hidup di daerah pedesaan dengan menempati ribuan pulau Nusantara sudah mengenal adanya usaha kerajinan semenjak ribuan tahun yang silam. Pada saat tersebut usaha kerajinan dapat mendukung kehidupan mereka, seperti antara lain kerajinan keris, kapak, panah, tombak, tenun, batik, dan anyaman. Namun dalam perkembangan lebih lanjut, industri kerajinan berkembang sesuai dengan corak, dan ciri khas masing-masing suku bangsa yang pada umumnya mencerminkan ciri budaya dan tingkat peradaban masing-masing daerah. Adanya kondisi yang demikian, menyebabkan semakin memberikan warna yang khas pada khasanah kerajinan di tanah air. Namun pada sisi lain, keberadaan para perajinnya dari waktu ke waktu tetap saja bersahaja, baik dalam segi keterampilan, pengetahuan, terlebih tingkat kesejahteraannya. Keadaan ini merupakan tantangan dan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bagi usaha penanggulangannya khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja mereka sehingga kesejahteraannya dapat meningkat.
Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.