Internet Speedy Cianjur Beraksi

31 07 2007

Asyiknya para pelajar SMP dan SMU se-Cianjur yang berjumlah 250 pelajar mengikuti pelatihan sehari Jurnalistik dan Internet Speedy diperlihatkan dengan antusias dan penuh motivasi untuk terobsesi menjadi jurnalis. Harian Pikiran Rakyat (PR) dengan TELKOM Cianjur melakukan kerjasama dalam mewujudkan kualitas pendidikan dan meningkatkan wawasan pelajar SMP, SMU se- Cianjur dengan menggelar pelatihan tersebut yang dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2007 bertempat di Aula SMU Negeri 1 Cianjur yang sekaligus sebagai penyelenggara.

Direktur Pemasaran PR Januar P.Ruswita dalam sambutannya memaparkan Misi PR yaitu sebagai Lembaga Pers, Lembaga Bisnis dan Lembaga Sosial. Dalam hal sosial ini PR ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui media yang sudah begitu jauh bergerak cepat dari multi media berubah menuju Close Media yang terdiri dari Media Cetak, Media Elektronik, Media Internet dan Media Seluler.
Read the rest of this entry »





Padi SRI Cianjur

30 07 2007

400 Ribu Hektar Padi SRI Mampu Penuhi Target 2 Juta Ton Beras

Kabupaten Cianjur :Hanya dengan 400 ribu hektar lahan padi SRI organik, maka target panen 2 juta ton beras tahun ini bisa dicapai. Hal ini disapaikan oleh Chief Director Medco Foundation, Arifin Panigoro, sebelum meresmikan panen raya padi SRI di desa Bobojong Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Padi SRI yang menggunakan minim air diperhitungkan menghemat cost produksi, mampu memberikan keuntungan kepada petani yang tidak memiliki kahan pertanian cukup luas. Menurut catatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), petani hanya memliki lahan kurang dari 0,2 hektar.
Read the rest of this entry »





Guru Inspiratif

30 07 2007

Dalam hidup ini kita mengenal dua jenis guru, guru kurikulum dan guru inspiratif. Yang pertama amat patuh kepada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa mentransfer semua isi buku yang ditugaskan. Ia mengajarkan sesuatu yang standar (habitual thinking). Guru kurikulum mewakili 99 persen guru yang saya temui.

Jumlah guru inspiratif amat terbatas, kurang dari 1 persen. Ia bukan guru yang mengejar kurikulum, tetapi mengajak murid-muridnya berpikir kreatif (maximum thinking). Ia mengajak murid-muridnya melihat sesuatu dari luar (thinking out of box), mengubahnya di dalam, lalu membawa kembali keluar, ke masyarakat luas. Jika guru kurikulum melahirkan manajer-manajer andal, guru inspiratif melahirkan pemimpin-pembaru yang berani menghancurkan anekakebiasaan lama.
Read the rest of this entry »





Dewan di Cianjur Bahas Peraturan Soal Pendidikan Diniyah

27 07 2007

Dewan di Cianjur Bahas Peraturan Soal Pendidikan Diniyah

TEMPO Interaktif, Cianjur:Menyusul keterlambatan pembayaran bantuan stimulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk 600 guru honorer Madrasah Diniyah oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur, Komisi IV DPRD setempat, mulai membahas Peraturan Bupati
tentang Pemberdayaan Pendidikan Diniyah di Kabupaten Cianjur. Jika bantuan stimulan itu belum diatur di dalamnya, tidak menutup kemungkinan tersebut harus segera direvisi.

Sekretaris Komisi IV DPRD, Dudi Aryadikara menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pembahasan terhadap Peraturan Bupati tersebut. Beberapa pejabat pemerintah kabupaten pun telah dipanggil untuk dimintai keterangan seputar pasal-pasal yang mengatur pendidikan diniyah. “Kita masih menelaah isi peraturan tersebut, termasuk pasal-pasal yang mengatur kesejahteraan guru honorer madrasah diniyah,” kata Dudi saat ditemui usai rapat tertutup di Ruang Komisi IV, Selasa (28/8).

Menurut Dudi, pihaknya sedang mempelajari pasal-pasal pokok yang mengatur penggunaan dana bantuan stimulan dari provinsi. Jika dalam aturan tersebut dana stimulan harus terlebih dahulu masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setempat, untuk memudahkan menutup keterlambatan, bisa saja peraturan ini direvisi sesuai dengan peruntukannya saat ini.

Keterlambatan pencairan anggaran sebesar Rp 360 juta bantuan dari provinsi, Dudi menambahkan, bisa dijadikan dasar kuat agar Peraturan Bupati direvisi. “Kita perlu
tahu, apakah dana itu memang harus masuk APBD terlebih dahulu atau bisa langsung dibagikan sesuai dengan peruntukannya,” ujar Dudi, menegaskan.
Read the rest of this entry »





Cianjur BLoG

26 07 2007

abdakecilku.jpgIseng-iseng malam ini saya buka Net – warnet  cianjur . Kebetulan warnet langganan lagi suepi.. (mungkin malam Jum’at) lagi pada nyunah (hmm..hmmm)

Tukang Warnetnya sih baik baget lagi, kasih bonus segala. Eh.. sebenarnya sih tidak bonus – cuma saya yang minta bonus… biasalah… diskon gitu. Nah apa hubungannya dengan blog cianjur. Karena saya di wilayah cianjur, maka saya buka lewat demo-blog.gifgoogle Blog Cianjur, ternyata Blog cianjur saya tidak nonggol…. duuuhhhhh.. kacian deh..! BlogCianjur saya ada dalam urutan ke 13 dan 21.. huuh..

Read the rest of this entry »





Perhatikanlah Anak-Anakmu

24 07 2007

keluarga.jpg“Jikalau Anda tidak mengatakan kebenaran tentang diri sendiri, Anda tidak dapat mengatakan kebenaran tentang orang lain” (Virgina Woolf). Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata, “Suatu hari aku sedang bersama anak-anak. Tiba-tiba muncul Rasulullah SAW dan berkata, ‘Assalamualaikum, hai anak-anak’.”

Sementara itu, pada suatu hari, seorang pegawai Umar bin Khatab ra menemui khalifah tersebut. Ia kaget mendapati sang khalifah sedang berbaring, sementara beberapa anak kecil sedang asik bermain-main di sekitarnya. Orang tadi memperlihatkan rasa keheranan melihat hal itu.

Read the rest of this entry »





Bantuan Usaha Kecil dan Menengah Dinilai Tak Jelas

24 07 2007

|Kabupaten Cianjur|Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Cianjur, TB. Mulyana Syahrudin mengatakan, masih terpuruknya Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disebabkan ketidakjelasan dana bantuan yang selama ini disalurkan pemerintah dan dan Badan Usaha Milik Daerah setempat. “Mereka hanya memberikan bantuan tanpa mempersiapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mendongkrak usaha UMKM di Cianjur,” kata Mulyana, Selasa (24/7).

“Bantuan itu menjadi statis dan hanya dimanfaatkan sebagai dana tahunan setiap penerima bantuan,” ia melanjutkan.
Read the rest of this entry »





Ribuan Massa Ormas Tolak Konferensi Pastur

23 07 2007

Baca : Lembah “Vatikan” Karmel di Cianjur
imageCIANJUR — Ribuan massa yang tergabung dalam puluhan organisasi massa (Ormas) Islam di Jawa Barat, menentang rencana konferensi Tri Tunggal Maha Kudus di Lembah Karmel, Kec Sukaresmi, Kab Cianjur, 25-29 Juli 2007 mendatang yang dihadiri oleh 2.500 orang pastor/pendeta dalam dan luar negeri. Pasalnya, penyelenggaraan kegiatan di tempat itu tidak sesuai perizinannya sebagai tempat wisata dan acaranya pun belum mendapatkan izin.
Read the rest of this entry »





Konferensi Internasional di Lembah Karmel Batal Digelar

23 07 2007

Konferensi Internasional di Lembah Karmel Batal Digelar

Konferensi Internasional Tritunggal Maha Kudus di Lembah Karmel di Kampung Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, resmi dibatalkan. Sebelumnya, Jumat (20/7/2007) lalu, ribuan orang memprotes rencana konferensi itu.

Pembatalan konferensi ini diputuskan setelah ada pertemuan antara Muspida Kabupaten Cianjur, 50 perwakilan ormas Islam, dan perwakilan dari Lembah Karmel di Mapolres Cianjur sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (23/7/2007). Setelah berjalan sekitar 2 jam, pertemuan tersebut sempat diskor selama sejam karena deadlock.

Namun sekitar pukul 13.00 WIB, perundingan kembali dilanjutkan. Dalam pertemuan ini, pihak Lembah Karmel akhirnya membatalkan menggelar konferensi ini.

Menurut Suster Lisa Martosudjito, humas Lembah Karmel, pemberitahuan kegiatan tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak tanggal 8 Juli 2007 lalu. Namun dia mengakui izin pemberitahuaan itu langsung disampaikan ke Mabes Polridan ditembuskan ke Pemkab Cianjur.
Read the rest of this entry »





ISLAMISASI ILMU KONTEMPORER

22 07 2007

MELALUI tulisannya yang dimuat di situs ini (Aceh Institute) beberapa waktu lalu, Sahabat Mukhlisuddin Ilyas, S.Pd.I(Islamisasi Ilmu Pengetahuan) telah memaparkan secara global wawasan serta gagasan Islamisasi Ilmu. Sebuah apresiasi patut diberikan atas usahanya mengangkat wacana itu dalam tulisan mengingat ide yang mengemuka di kalangan pemikir Muslim sejak era 70-an itu masih dan tetap layak untuk dibahas serta dikaji dalam upaya bersama merajut sebuah peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islami.

Namun sedikit “catatan pinggir” sebagai tanggapan sekaligus koreksi perlu diberikan atas sejumlah fallacy yang terdapat dalam tulisan tersebut, baik dalam mengutip pandangan pemikiran seperti Syed Muhammad Naquib Al-Attas, maupun dalam menyimpulkan konsep dasar serta latar belakang gagasan Islamisasi Ilmu.
Read the rest of this entry »