Riva Cianjur - SIANG itu, sesosok laki-laki tampak terkantuk-kantuk di atas kursi malas. Di hadapannya, berjajar ratusan kurung ayam pelung (gallus domesticus var pellung). Namun, telinga laki-laki berusia 52 tahun yang memiliki nama lengkap Memet Mohammad Thohir Abdurrahman, hanya terpusat pada suara ayam pelung bernama Kinanti.
”Kalau saya tidak menjadi juri, Kinanti selalu ikut kontes dan juara,” tutur Ketua Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) Jawa Barat ini saat ditemui di rumahnya, Jln. Oto Iskandardinata, Cianjur, beberapa waktu lalu.
Menurut Kang Memet, demikian ayah 4 anak ini biasa disapa, selain dari sisi ekonomi sangat menguntungkan, alasan ia memelihara ayam pelung lantaran cinta. ”Juga hitung-hitung menyelamatkan sejarah karena ayam pelung merupakan satu-satunya hewan ciri khas dari Cianjur,” ujarnya.
Read the rest of this entry »




Recent Comments