Pemikiran

25 05 2006

PEMIKIRAN DAN GERAKAN ISLAM INDONESIA KONTEMPORER :

KATEGORI DAN KARAKTERISTIK

 

 

Zuly Qodir

Pendidik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Peneliti di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM

Perkembangan Pemikiran dan Gerakan Islam

Masyarakat Islam Indonesia sekarang ini sedang dilanda apa yang saya sebut sebagai gerakan “formalisasi syariah” atau lebih tepat sebenarnya gerakan arabisasi. Masyarakat Islam Indonesia yang sering diidentikkan dengan masyarakat yang toleran, harmonis, solidaritas sosialnya tingi, dan tidak demikian peduli dengan hal-hal yang formalistic, terutama dalam agama, sekarang ini sedang mendapatkan serang tajam dari kelompok agama yang mengendus melalui underbouw-underbouw partai politik dan gerakan keagamaan.

Islam Indonesia, bahkan sampai desa akhirnya menjadi lahan kampanye agama yang hebat oleh kelompok Islam militant, sebab Desa sering diangap sebagai basis abangan yang berIslamnya sedikit kurang autentik atau murni. Pemilahan Abdul Munir Mulkhan atas Islam di Desa Wuluhan sepuluh tahun yang lalu, memberikan gambar bahwa di desa ada varian-varian orang berIslam; yakni Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Muhamamdiyah Al-Ikhlas, Munu, dan Marmud. Tesis Mulkhan saya kira bias menjelaskan bahwa dalam desa karakteristik Islam itu bervariatif, dan diantara mereka bias saling ketemu, tetapi sekaligus bias saling bersitegang, tetapi mereka tetap satu desa.

Read the rest of this entry »





Nasib Guru Bantu

23 05 2006

01guru.gifSUDAH tiga kali Iis Cahyani (35) mendatangi Kantor Pos Cianjur. Namun, tiga kali pula ia harus gigit jari dan pulang dengan tangan hampa. Harapannya membawa pulang uang Rp 460.000,00 sebagai “imbalan” tiap bulan atas pengabdiannya sebagai guru bantu sekolah (GBS) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cianjur, menjadi sia-sia. Dari sejumlah petugas yang ditemuinya di Kantor Pos Cianjur, Iis hanya mendapat jawaban, belum ada kiriman uang gaji bagi guru GBS seperti dirinya.

AI Tati, salah seorang guru bantu sekolah (GBS) di SDN Linggajaya 2 Kel. Linggajaya Kec. Mangkubumi Kota Tasikmalaya yang tengah mengajar siswa kelas 1, Sabtu (30/4).*YUSUF ADJI/”PR”

Read the rest of this entry »





AGAMA DAN NEGARA DALAM ISLAM

22 05 2006

AGAMA DAN NEGARA DALAM ISLAM
Telaah atas Fiqh Siyasy Sunni  oleh Nurcholish Madjid

Salah satu hal mengenai Islam yang tidak  mungkin  diingkari
ialah  pertumbuhan dan perkembangan agama itu bersama dengan
pertumbuhan   dan   perkembangan   sistem    politik    yang
diilhaminya.  Sejak  Rasulullah s.a.w. melakukan hijrah dari
Mekkah ke Yatsrib  -yang  kemudian  diubah  namanya  menjadi
Madinah-    hingga    saat    sekarang   ini   dalam   wujud
sekurang-kurangnya Kerajaan Saudi Arabia dan Republik  Islam
Iran,   Islam  menampilkan  dirinya  sangat  terkait  dengan
masalah kenegaraan.

Sesungguhnya, secara  umum,  keterkaitan  antara  agama  dan
negara,  di  masa lalu dan pada zaman sekarang, bukanlah hal
yang baru, apalagi hanya khas  Islam.  Pembicaraan  hubungan
antara  agama  dan  negara  dalam Islam selalu terjadi dalam
suasana yang stigmatis. Ini  disebabkan,  pertama,  hubungan
agama  dan negara dalam Islam adalah yang paling mengesankan
sepanjang sejarah umat manusia.  Kedua,  sepanjang  sejarah,
hubungan  antara  kaum  Muslim dan non-Muslim Barat (Kristen
Eropa) adalah  hubungan  penuh  ketegangan.  Dimulai  dengan
ekspansi  militer-politik  Islam  klasik yang sebagian besar
atas kerugian Kristen (hampir seluruh  Timur  Tengah  adalah
dahulunya    kawasan   Kristen,   malah   pusatnya)   dengan
kulminasinya berupa pembebasan Konstantinopel (ibukota Eropa
dan  dunia  Kristen  saat  itu),  kemudian Perang Salib yang
kalah-menang silih berganti namun akhirnya dimenangkan  oleh
Islam,  lalu  berkembang  dalam  tatanan dunia yang dikuasai
oleh Barat imperialis-kolonialis dengan Dunia Islam  sebagai
yang paling dirugikan. Disebabkan oleh hubungan antara Dunia
Islam dan Barat yang traumatik  tersebut,  lebih-lebih  lagi
karena  dalam fasenya yang terakhir Dunia Islam dalam posisi
“kalah,” maka pembicaraan  tentang  Islam  berkenaan  dengan
pandangannya  tentang  negara  berlangsung  dalam  kepahitan
menghadapi Barat sebagai “musuh.”
Read the rest of this entry »





Memahami Sosiologi Islam

12 05 2006

Ilmiah: Memahami Sosiologi Islam Ali Shari’ati

 

 

MEMAHAMI SOSIOLOGI ISLAM ALI SHARI

 

PENGANTAR

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ali Shari’ati adalah seorang doktor sosiologi dan filsafat, alumni Perancis, aktif dalam pergerakan revolusi Iran tahun 70-an khususnya melalui tulisan-tulisannya. Shari’ati mengklaim bahwa uraiannya merupakan tinjauan sosiologi Islam, yaitu uraian sosiologis yang bersumber dari fenomena, pesan-pesan, konsep-konsep di dalam Islam. Ia tidak setuju dengan pendekatan sebaliknya yakni pendekatan yang mendeduksi begitu saja konsep-konsep atau teori sosiologi ke dalam ajaran Islam.

Ali Shariati mencoba menguraikan fakta dan logika di dalam sejarah dan konsep-konsep di dalam agama Islam dengan menggunakan model analisis sosiologi dan hasilnya memang menarik sekali, meskipun di akhir uraiannya saya merasakan ada kesimpulan Shariati yang tak lepas dari konteks revolusi Iran saat itu.

Read the rest of this entry »